“Ini penting agar dokter bisa memberikan penanganan yang tepat,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan, kesehatan menjadi bekal utama untuk berkumpul kembali bersama keluarga.
Hingga kini, sebagian jemaah masih berada di Makkah dan Madinah. Mereka menghadapi suhu ekstrem, mencapai 45-47°C, saat puncak musim panas.
“Jangan paksakan diri beribadah di tengah panas menyengat. Istirahat cukup di hotel dan hindari keluar antara pukul 10.00–16.00 WAS,” kata Imran.