“Ada pesantren yang pemasarannya sampai luar Jawa Timur berkat jaringan alumninya. Ini menunjukkan ekosistem pesantren semakin kuat,” ungkap Endy.
Menurutnya, santri kini tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga pengetahuan ekonomi dan kewirausahaan. Pemprov Jatim, kata Endy, berkomitmen memperluas program OPOP agar semakin banyak pesantren yang mandiri dan berdaya saing.
OPOP Expo 2025 digelar selama empat hari, mulai 13–16 November, dengan melibatkan sekitar 40 pesantren. Beragam produk dipamerkan, mulai makanan, minuman, kerajinan, hingga fashion. (ivan)