Ia berharap silaturahim ini menjadi momentum meredakan ketegangan dan membuka jalan penyelesaian persoalan yang tengah terjadi di internal PBNU.
Sebelumnya, Syuriyah PBNU telah merespons undangan silaturahim Tebuireng melalui surat bernomor 4802/PB.02/B.I.01.71/99/12/2025. Dalam surat yang ditandatangani Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan Katib Syuriyah KH Ahmad Tajul Mafaakhir itu, Syuriyah menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan penjadwalan ulang.
Syuriyah menjelaskan bahwa PBNU sudah menetapkan agenda Rapat Pleno pada 9–10 Desember 2025, dan pemberitahuan resmi agenda tersebut telah dikirim ke seluruh unsur PBNU sejak 2 Desember — sehari sebelum undangan Tebuireng diterima.
“Mengingat PBNU telah mengagendakan Rapat Pleno pada tanggal 9–10 Desember 2025 dan undangan resmi telah tersampaikan sejak 2 Desember, maka dengan segala hormat kami mohon dilakukan penjadwalan ulang,” demikian kutipan surat tersebut. (ivan)