Menurut Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu, kesederhanaan Gus Dur tercermin dalam sikap hidupnya yang santai dan membumi, yang kemudian dikenal lewat ungkapan khas ‘Gitu Aja Kok Repot’. Prinsip tersebut membuat Gus Dur mudah diterima dan dirasakan kehadirannya oleh semua lapisan masyarakat.
“Ada yang melihat Gus Dur dari sisi kemanusiaan, demokrasi, dan toleransi. Tapi menurut saya, beliau dicintai Allah,” tutur Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu.
Ia juga mengenang sisi kesahajaan Gus Dur saat menjabat Presiden RI. Salah satunya, Gus Dur pernah meminjam uang kepada anaknya hanya untuk membeli bakso.
“Padahal dulu waktu di Mesir, beliau sering mentraktir saya. Itu yang membuat saya heran,” kenangnya.