Ia menegaskan bahwa hukum sebab-akibat selalu berlaku dalam kehidupan manusia. Segala perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia akan menentukan hasil yang diperoleh di akhirat kelak.
“Filosofi hidup itu seperti bertani. Jika sebabnya baik, akibatnya baik. Jika sebabnya buruk, akibatnya juga buruk,” ujarnya.
Menurut KH Idris Hamid, seorang petani tidak mungkin berharap mendapatkan hasil panen yang baik jika sejak awal menanam benih yang rusak dan enggan merawat tanamannya. Prinsip tersebut, kata dia, juga berlaku dalam kehidupan umat manusia.