
Lebih jauh, Khofifah menjelaskan bahwa Mujahadah Kubro 1 Abad NU bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar batiniah kolektif—sebuah “ketukan pintu langit” di mana ratusan ribu hati menyatu dalam doa dan harapan.
“Mujahadah Kubro ini adalah ikhtiar batiniah yang sangat penting. Doa-doa yang dipanjatkan bersama diharapkan dapat menguatkan ikhtiar lahiriah dalam mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang aman, damai, serta penuh keberkahan,” ujarnya.
Momentum 1 Abad NU, lanjut Khofifah, menjadi pengingat atas kontribusi besar NU dalam menjaga persatuan, merawat kebangsaan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara PWNU Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam persiapan Mujahadah Kubro.
“Alhamdulillah, sinergi ini menjadi kunci agar Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat berlangsung lancar, tertib, aman, dan khidmat. Semoga membawa keberkahan bagi Jawa Timur, NU, dan Indonesia,”pungkasnya. (ivan)