Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Prediksi Awal Ramadan 2026, Potensi Beda Hari Puasa

bumi pesantren | 09 Februari 2026 05:54

 

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa (17/2/2026). Sidang Isbat merupakan forum resmi penetapan awal Ramadan yang berlaku secara nasional.

 

Sidang tersebut terdiri dari tiga tahapan utama, yakni pemaparan data hisab astronomi oleh tim ahli falak, verifikasi hasil rukyatul hilal dari sekitar 37 titik pengamatan di berbagai daerah di Indonesia, serta musyawarah untuk pengambilan keputusan.

 

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah mengombinasikan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriah. Adapun NU dan sebagian besar ormas Islam lainnya mengutamakan rukyatul hilal sebagai dasar penetapan awal Ramadan.

 

Dengan perbedaan metode tersebut, potensi perbedaan hari mulai puasa sangat mungkin terjadi. Jika hilal tidak terlihat saat Sidang Isbat, pemerintah dapat menetapkan awal Ramadan satu hari setelah tanggal yang telah ditetapkan Muhammadiyah.