Salah satu penerima bantuan, Aqila Aini, siswa kelas 3 SMP IT Syuhada, menceritakan momen saat banjir melanda pesantren mereka. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada malam hari ketika para santri sedang tidur.
“Kejadiannya sekitar pukul 21.00 WIB. Kami sedang tidur, lalu dibangunkan teman dan disuruh beres-beres kamar. Paginya air sudah setinggi pinggang dan pesantren terendam banjir,” ujarnya.
Para santri kemudian dievakuasi ke Masjid Syuhada sebelum dijemput orang tua masing-masing dan dipulangkan sementara waktu.
Meski sempat panik dan kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir, Aini mengaku sangat senang menerima bantuan tersebut.
“Senang sekali dapat tas baru. Alat-alat sekolah ini bisa dipakai lagi untuk belajar sebentar lagi,” katanya.