Potensi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Data Hilal LF PBNU Belum Penuhi Kriteria Rukyah

bumi pesantren | 13 Maret 2026 18:38

Potensi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Data Hilal LF PBNU Belum Penuhi Kriteria Rukyah
Ilustrasi rukyatul hilal. (dok nuonline)

JAKARTA, PustakaJC.co — Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data posisi hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, hilal pada 29 Ramadhan 1447 H yang bertepatan dengan Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, sudah berada di atas ufuk namun belum memenuhi kriteria imkanur rukyah. 

 

 

Dalam laporan Informasi Hilal Awal Syawal 1447 H, disebutkan bahwa ketinggian hilal tertinggi berada di Kota Sabang, Aceh, dengan tinggi hilal mar’i mencapai 2 derajat 53 menit dan elongasi hilal haqiqi 6 derajat 09 menit, serta lama hilal 14 menit 44 detik. Demikian dilansir dari nu.or.id, jum'at, (13/3/2026). 

 

 

Sementara itu, ketinggian hilal terendah berada di Merauke, Papua Selatan, dengan tinggi hilal mar’i 0 derajat 49 menit, elongasi hilal haqiqi 4 derajat 36 menit, dan lama hilal hanya 6 menit 36 detik.