Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno menyebut orientasi santri bukan sekadar pengenalan lingkungan, tetapi juga momentum pembentukan kultur belajar, adab, dan relasi sosial yang sehat.
“Pendekatan ramah anak menjadi kebutuhan mendesak dalam tata kelola pendidikan pesantren saat ini,” jelasnya.
Sedangkan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Arskal Salim menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Modul ini diharapkan menjadi instrumen edukatif sekaligus preventif untuk membangun lingkungan pesantren yang aman dan inklusif,” tutupnya. (ivan)