Refleksi Satu Abad Gontor, Pendidikan Tetap Menjadi Ruh Perjuangan Pesantren

bumi pesantren | 16 Juni 2026 10:45

Refleksi Satu Abad Gontor, Pendidikan Tetap Menjadi Ruh Perjuangan Pesantren
Dok inilah

PONOROGO, PustakaJC.co – Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang salah satu pesantren terbesar di Indonesia dalam mencetak generasi bangsa. Melalui Tabligh Akbar Satu Abad Gontor yang digelar di kompleks pondok, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, pendidikan kembali ditegaskan sebagai ruh utama yang terus dijaga selama seratus tahun perjalanan pesantren.

 

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa seluruh aktivitas yang berlangsung di lingkungan pesantren pada hakikatnya merupakan bagian dari proses pendidikan. Menurutnya, tidak ada satu detik pun dalam kehidupan pondok yang terlepas dari nilai-nilai pendidikan dan pembinaan karakter.

 

“Di Gontor semua untuk pendidikan. Tidak ada satu detik pun yang tidak digunakan untuk mendidik. Itulah yang terus kami jaga sejak pondok ini berdiri hingga hari ini,” ujarnya di hadapan ribuan santri, alumni, tokoh agama, dan masyarakat yang menghadiri acara tersebut.

 

Hasan menjelaskan, perjalanan satu abad Gontor tidak lepas dari berbagai tantangan dan dinamika zaman. Namun, nilai-nilai yang diwariskan para pendiri pondok tetap menjadi fondasi utama yang menjaga eksistensi dan perkembangan pesantren hingga saat ini.

 

Menurutnya, peringatan satu abad tidak boleh dimaknai hanya sebagai perayaan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi sarana evaluasi sekaligus pijakan untuk menyusun langkah-langkah strategis menghadapi masa depan.

 

“Kita harus pandai bersyukur atas apa yang telah dicapai. Tetapi jangan sampai terlena. Nilai-nilai yang sudah baik harus dijaga, yang kurang harus diperbaiki, lalu kita terus melangkah menuju kesempurnaan,” tegasnya.

 

Tabligh Akbar Satu Abad Gontor juga menghadirkan sejumlah dai nasional, di antaranya Ustaz Abdul Somad, Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Luqmanulhakim, dan Ustaz Muhammad Fakhrurazi Anshar.

 

Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad menyebut Gontor sebagai lembaga pendidikan yang telah terbukti melahirkan banyak tokoh dan pemimpin di berbagai bidang kehidupan. Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat.

 

Sementara itu, Ustaz Das’ad Latif menilai kekuatan Gontor terletak pada kemampuannya menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal tersebut menjadikan pesantren tetap relevan dan diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

 

Acara tabligh akbar berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Ribuan jamaah bertahan hingga acara selesai sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini memasuki usia satu abad.

 

Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban, sebagaimana yang telah ditunjukkan Gontor selama seratus tahun pengabdiannya kepada umat dan bangsa.

(int)