Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab, menilai KH Zulfa memiliki kemampuan mengembangkan teori-teori klasik, khususnya dalam bidang ushul fikih, menjadi solusi atas berbagai persoalan hukum Islam kontemporer.
Menurutnya, kemampuan tersebut penting dimiliki para aktivis Bahtsul Masail agar dapat melahirkan keputusan hukum yang tetap berlandaskan khazanah ulama klasik sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Ini yang harus dimiliki oleh para aktivis Bahtsul Masail,” katanya.
Pada kesempatan itu, KH Zulfa Mustofa menegaskan bahwa tradisi Nahdlatul Ulama sejak dahulu dibangun melalui karya-karya tulis para ulama. Karena itu, budaya menulis kitab perlu terus dipertahankan agar pemikiran dan metodologi keilmuan NU dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia berharap semakin banyak ulama dan akademisi pesantren yang menghasilkan karya ilmiah sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga keberlanjutan tradisi intelektual Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
“Kita tahu tradisi di NU adalah tradisi keilmuan yang sangat kuat. Saya ingin tradisi menulis kitab terus hidup sehingga ulama-ulama NU meninggalkan karya yang bisa menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.