JAKARTA, PustakaJC.co - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA) menggelar Workshop Penyusunan Modul Training of Trainers (ToT) Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Kespro). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman kesehatan reproduksi serta pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.
Dalam program ini, para Gus dan Ning ditunjuk sebagai peserta prioritas pada angkatan pertama. Penunjukan tersebut bertujuan menjadikan mereka sebagai champion atau penggerak utama yang nantinya bertugas melatih para musyrif, musyrifah, ustaz, dan ustazah di pesantren masing-masing. Dilansir dari nu.or.id, Senin, (7/9/2026).
Konsultan Program Kespro, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid (Alissa Wahid), menjelaskan bahwa pendekatan ToT ini mengedepankan praktik langsung dan penguatan kapasitas diri dalam mengambil keputusan, bukan hanya sebatas teori fisiologis semata.
"Karena ini namanya momentum, maka kita butuh Gus-Gus dan Ning yang siap untuk jadi instruktur yang nantinya akan melatih para musyrif-musyrifah," tegas Alissa dalam lokakarya yang berlangsung di Jakarta Pusat, Sabtu, (5/9/2026).