JAKARTA, PustakaJC.co - Kementerian Agama (Kemenag) terus mempercepat transformasi dan pemutakhiran data pendidikan keagamaan nasional berbasis By Name By Address (BNBA). Hingga awal Oktober 2026, tercatat sebanyak 4.634.406 santri dari berbagai satuan pendidikan pesantren di seluruh Indonesia telah berhasil terverifikasi secara individu.
Pendataan berbasis BNBA ini dilakukan untuk memastikan seluruh data santri tercatat secara akurat, faktual, serta bebas dari potensi duplikasi yang sering terjadi pada pendataan sistem agregat. Dilansir dari Minggu, (4/10/2026).
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, menjelaskan bahwa dinamika pergerakan angka statistik santri yang belakangan ini muncul di publik harus dipahami sebagai dampak dari proses pembenahan sistem pendataan, bukan sebagai indikasi penurunan populasi santri di lapangan.
"Setelah dilakukan verifikasi, data santri yang terverifikasi bahkan sudah mencapai 4,634 juta, bukan 1,7 juta sebagaimana banyak diberitakan. Data ini masih akan terus bergerak karena proses verifikasi juga dilakukan secara berkelanjutan," tegas Basnang usai memimpin Rapat Koordinasi Perdana Ditjen Pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu, (3/10/2026).