Gus Kikin mengungkapkan, dedikasi almarhumah menjadi alasan PBNU kembali mempercayakan amanah sebagai Mustasyar PBNU masa khidmat 2026–2031 kepadanya. Ia menggarisbawahi bagaimana almarhumah tetap menunjukkan komitmen tinggi di usia 82 tahun dengan berpartisipasi aktif pada Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU.
Beberapa bulan pasca-kegiatan tersebut, kondisi kesehatan Nyai Machfudhoh menurun hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sebelum akhirnya wafat pada Minggu, (4/10/2026).
“Jika melihat perjuangan beliau, kita merasa sangat kehilangan. Ini menjadi kehilangan yang besar bagi seluruh keluarga besar NU,” tutur Gus Kikin.
Memasuki abad kedua NU, Gus Kikin berharap keteladanan yang ditinggalkan almarhumah dapat terus menginspirasi generasi penerus untuk merawat amanah para pendiri organisasi, yakni menyebarkan kemanfaatan serta memperkuat paham Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).