Penanganan Bencana Belum Tuntas, Rais Aam PBNU Ajak Warga Perbanyak Doa

bumi pesantren | 20 Oktober 2026 17:33

Penanganan Bencana Belum Tuntas, Rais Aam PBNU Ajak Warga Perbanyak Doa
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperbanyak doa dan ikhtiar spiritual di tengah gelombang bencana alam yang melanda berbagai wilayah tanah air. Imbauan ini disampaikan mengingat penanganan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman erupsi gunung berapi, dinilai belum sepenuhnya tuntas.

 

Ajakan spiritual tersebut disampaikan Kiai Miftach saat mengisi pengajian Syarah Kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, (16/10/2026).

 

Dalam tausiyahnya, Kiai Miftach menaruh perhatian khusus pada musibah karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatra yang belum dapat ditangani secara optimal. Asap tebal akibat karhutla tidak hanya berdampak pada kesehatan warga di sekitar lokasi, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat luas akibat paparan racun asap. Dilansir dari nu.or.id, Selasa, (20/10/2026).

 

"Kita mohonkan dengan Suratul Fatihah ini agar situasi musibah-musibah yang terjadi, termasuk kebakaran hutan yang sampai sekarang belum bisa ditangani dengan baik, yang mengakibatkan para penduduk setempat atau bahkan yang lain ini terkena asap, mungkin teracun, dapat segera teratasi," ujar Kiai Miftach.