Kemenag Siapkan Lima Program Unggulan untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

bumi pesantren | 24 Oktober 2026 19:13

 

Ia menambahkan bahwa tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan para kiai dan pahlawan melalui pengabdian dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Berikut adalah lima program strategis yang disiapkan Kemenag untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren:

 

  1. SAFESANTRI (Satuan Tugas Pesantren Safe & Ramah) Program ini diluncurkan untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak. Melalui pembentukan Satgas SAFESANTRI, Kemenag menyediakan mekanisme pencegahan, pengaduan, pendampingan, serta respons cepat terhadap potensi tindak kekerasan. Sejumlah tokoh pesantren, termasuk Gus Kautsar, turut dilibatkan dalam satgas ini.
  2. Penguatan Rekognisi Ijazah Kemenag mendorong pengakuan resmi yang lebih luas atas kesetaraan pendidikan pesantren. Langkah ini bertujuan agar jenjang karier dan akses lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan maupun masuk ke dunia kerja tidak terhambat oleh keterbatasan legitimasi formal.
  3. Pesantren Adaptif dan Mandiri Program ini difokuskan pada penguasaan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan kurikulum STEM (Science, Technology, Engineering & Mathematics). Selain itu, program ini mendorong modernisasi tata kelola dan kemandirian ekonomi pesantren agar mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
  4. Santri 5.0 Program pengembangan kompetensi santri yang mengintegrasikan penguasaan khazanah keilmuan Islam klasik dengan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi dinamika pasar kerja global.
  5. Dakwah Digital Guna menjangkau generasi muda, Kemenag melatih para dai dan daiyah pesantren agar mampu menguasai media sosial, pengelolaan konten kreatif, serta pemanfaatan algoritma dan AI. Program ini bertujuan menyebarkan narasi keagamaan yang santun, moderat, dan inklusif di ruang digital.

 

Dengan peluncuran lima program ini dan pembentukan Ditjen Pesantren, Pemerintah berharap pesantren tidak hanya menjadi benteng penjaga tradisi dan keilmuan agama, tetapi juga motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. (ivan)