SURABAYA, PustakaJC.co – Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap 1 Mei kembali menjadi momentum penting untuk menyoroti denyut kehidupan para pekerja di Jawa Timur. Di tengah geliat industri, pertumbuhan ekonomi, serta derasnya arus digitalisasi, kaum buruh masih menghadapi beragam tantangan klasik maupun persoalan baru yang menuntut perhatian serius pemerintah.
Mulai dari isu upah layak, kepastian kerja, perlindungan pekerja informal, jaminan sosial, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja akibat efisiensi dan otomatisasi, menjadi realitas yang terus dirasakan sebagian pekerja. Di sisi lain, kebutuhan peningkatan kualitas SDM tenaga kerja agar mampu bersaing di era industri modern juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak.
Sebagai provinsi dengan kawasan industri terbesar di Indonesia, Jawa Timur memegang peran strategis dalam memastikan hubungan industrial tetap sehat dan produktif. Stabilitas dunia usaha harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan pekerja, sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.