Kebanggaan serupa disampaikan Tri Wahyu Puspitasari, diaspora Banyuwangi yang kini menetap di Sorong, Papua.
“Kami memang merantau, tapi hati kami tetap di Banyuwangi. Kami sudah berlatih di sanggar seni Ikawangi Sorong dan sangat bangga bisa tampil di tanah kelahiran,” ujarnya.
Gandrung Sewu tahun ini bukan sekadar pertunjukan massal, melainkan simbol cinta budaya dan kebersamaan yang menyatukan warga Banyuwangi di manapun mereka berada. (ivan)