Ia menjelaskan, berbagai insentif diberikan untuk menarik minat masyarakat berbelanja. Potongan harga di sejumlah gerai bahkan mencapai 50 persen, ditambah diskon tambahan hingga 25 persen, serta cashback sampai 10 persen.
Menurut Airlangga, skema tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus mendorong konsumsi rumah tangga agar tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain konsumsi domestik, sektor pariwisata juga dinilai berperan besar dalam mendorong perputaran uang. Wisata belanja disebut masih menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan mancanegara.
“Khususnya wisatawan dari Malaysia yang sering memadukan perjalanan wisata dengan aktivitas belanja, termasuk memanfaatkan kereta cepat Whoosh,” ujarnya.