Sosialisasi dilakukan secara masif melalui pemasangan spanduk, umbul-umbul, serta vertical banner di sejumlah titik strategis dan area publik di Kota Surabaya. Langkah ini sekaligus untuk meluruskan pemahaman masyarakat bahwa Open Call bukan ajang balapan, melainkan proses seleksi atlet berbasis pembinaan dan keselamatan.
Menurut Samsurin, Open Call merupakan pintu awal pembinaan atlet balap motor yang berorientasi prestasi. Peserta yang lolos seleksi akan dipersiapkan sebagai sparring partner atlet Surabaya di Pusat Latihan Cabang (Puslatcab). Sementara peserta yang belum lolos tetap masuk dalam basis data IMI Surabaya untuk pembinaan berkelanjutan.
“Seleksi mencakup tahapan tes hingga sekolah balap. Semua peserta tetap kami anggap sebagai aset pembinaan jangka panjang,” jelasnya.