Dalam video tersebut, Joao Mota tampak menyampaikan pernyataan bernada tanggung jawab sebagai pimpinan. Narasi yang beredar menyebut pengunduran diri dilakukan karena merasa bersalah atas kebijakan yang diambil.
Namun, saat dikonfirmasi, Joao Mota menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Ia menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan rekaman lama yang dipotong dan disusun ulang sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
Menurutnya, video tersebut berasal dari momen pengunduran diri yang terjadi sekitar Agustus 2025, bukan peristiwa terbaru seperti yang dinarasikan di media sosial. Ia menilai penyebaran informasi tersebut sengaja memanfaatkan potongan konten yang tidak utuh untuk membangun opini publik.