Ali juga mengingatkan bahwa peran protokol dan MC sering kali tidak terlihat, namun sangat menentukan kesan akhir sebuah acara.
Di sisi lain, ia mengajak insan pers untuk lebih cermat menghadapi arus disinformasi di media sosial. Menurutnya, media kerap berada dalam dilema antara kecepatan publikasi dan akurasi informasi, ditambah tekanan ekonomi yang bisa memengaruhi independensi.
Menggambarkan pentingnya distribusi informasi, ia mengibaratkan konten kehumasan seperti barang yang membutuhkan kendaraan tepat agar sampai ke publik.
“Konten bagus tanpa kendaraan yang tepat tidak akan sampai. Tapi kalau didukung sarana yang andal, informasi bisa cepat diterima masyarakat,” jelasnya.