Dari Tradisi Jadi Inovasi, Batik Jatim Didorong Tembus Pasar Global Tanpa Kehilangan Identitas

komunitas | 07 Mei 2026 08:44

Dari Tradisi Jadi Inovasi, Batik Jatim Didorong Tembus Pasar Global Tanpa Kehilangan Identitas
Direktur Utama PT Dayapromo Mitra Tama, Dadan M. Kushendarman (tengah) saat memberikan cinderamata dan penghargaan kepada Arumi Bachsin (kanan) selaku Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur di penghujung talkshow Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. (foto ivan)

 

SURABAYA, PustakaJC.co — Suasana sore di Exhibition Hall Grand City Surabaya terasa berbeda. Cahaya lampu kekuningan memantul di antara deretan kain batik, tenun, hingga bordir yang menggantung rapi di setiap sudut pameran. Aroma khas kain baru bercampur suara riuh pengunjung yang hilir mudik memenuhi area Batik Bordir & Aksesoris Fair (BBA) 2026. Kamis, (6/5/2026).

 

Di sisi kanan dan kiri hall, para pelaku UMKM sibuk melayani pengunjung yang berhenti untuk menyentuh motif kain, mencoba aksesori, hingga menawar busana etnik modern yang dipajang elegan di booth-booth pameran. Sesekali terdengar tepuk tangan dan tawa dari area talkshow yang menjadi pusat perhatian sore itu.

 

Diselenggarakan ke-21 kalinya oleh PT Dayapromo Mitra Tama, pameran ini berlangsung selama lima hari pada 6–10 Mei 2026 mulai pukul 10.00–21.00 WIB di Exhibition Hall Grand City Surabaya.

 

Di tengah atmosfer wastra Nusantara yang begitu hidup, talkshow bertajuk “Dari Tradisi Jadi Inovasi: Membangun Brand Fashion dan Peluang Scale Up Bisnis Kreatif” menjadi salah satu sesi yang paling ramai dipadati pengunjung.

 

Hadir sebagai narasumber, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin bersma Batik Artist sekaligus dosen, Zahir Widadi membahas masa depan industri batik dan peluang pengembangan bisnis kreatif berbasis budaya lokal.