Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Bekali UMKM Teknik Foto Produk dan Copywriting Digital

komunitas | 18 Juni 2026 13:20

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Bekali UMKM Teknik Foto Produk dan Copywriting Digital
(dok kominfojatim)

BOJONEGORO, PustakaJC.co – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 menghadirkan talkshow bertema “Product Shoot & Copywriting Cepat: Bikin Wastra Bojonegoro Tampil Premium Hanya Pakai Smartphone” untuk meningkatkan kemampuan pemasaran digital pelaku UMKM, siswa, dan pengunjung festival.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (17/6/2026) tersebut menghadirkan AI Visual Content Creator asal Kediri, Bhaot Sudanco, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya visual dalam pemasaran digital, terutama bagi pelaku usaha yang menjual produk secara daring.

Menurut Bhaot, foto produk menjadi faktor pertama yang menarik perhatian calon pembeli sebelum mereka melihat harga maupun membaca deskripsi produk.

“Ketika orang belanja online, yang pertama dilihat bukan harga dan bukan deskripsi, tetapi foto produk. Mata manusia lebih cepat menangkap gambar daripada tulisan. Foto yang menarik membuat orang berhenti scroll, setelah itu baru melihat harga dan membaca deskripsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa foto produk merupakan pintu masuk utama dalam proses penjualan. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami dasar-dasar fotografi produk agar dapat menampilkan keunggulan produk secara maksimal kepada konsumen.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pembuatan konten visual yang menarik. Namun, menurut Bhaot, penggunaan AI tetap harus dibarengi dengan pemahaman dasar mengenai karakter produk agar hasil visual yang dihasilkan tetap sesuai kebutuhan pemasaran.

Selain itu, peserta mendapatkan berbagai tips fotografi produk menggunakan smartphone, mulai dari pemanfaatan pencahayaan (lighting), penggunaan fitur grid untuk menjaga komposisi foto, pengaturan resolusi kamera pada kualitas tertinggi, hingga teknik mengatur fokus dan pencahayaan agar produk terlihat lebih profesional.

Bhaot juga menyarankan penggunaan properti pendukung untuk memperkuat tampilan visual produk. Menurutnya, smartphone menjadi solusi efektif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif karena mudah diakses serta mampu menghasilkan konten berkualitas apabila digunakan dengan teknik yang tepat.

Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM diharapkan semakin mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk unggulan Bojonegoro ke pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing usaha di era ekonomi digital. (nov)