Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keluarga, penguatan usaha mikro keluarga, literasi keuangan, hingga pengembangan kapasitas masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Konsep tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selama ini menjadi fondasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu gerakan sosial yang terukur dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Khofifah juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini, khususnya tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Karena itu, perguruan tinggi didorong untuk memperkuat pendekatan link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.
"Kampus harus mampu menjadi pusat pengembangan talenta sekaligus laboratorium solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah," ujarnya.