Kompleks pergudangan Osowilangun berdiri di atas lahan seluas 140.000 meter persegi. Area ini mencakup fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 20.000 meter persegi yang saat ini mencatatkan tingkat keterisian (occupancy rate) mencapai 82 persen.
Sebagai fasilitas PLB, kawasan ini memberikan fleksibilitas bagi pelaku industri dalam mengatur arus barang masuk dan keluar, penyimpanan berstandar kepabeanan, hingga proses konsolidasi, pelabelan, dan pengemasan ulang (repacking). Fasilitas ini juga memberikan efisiensi arus kas bagi pelanggan melalui mekanisme penundaan pembayaran bea masuk dan pajak hingga barang resmi dikeluarkan.
Penguatan infrastruktur logistik ini sejalan dengan tren positif pertumbuhan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan nasional tumbuh 6,81 persen secara kumulatif pada semester I 2026. Di sisi lain, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh solid sebesar 5,96 persen pada triwulan I dan 5,72 persen pada triwulan II 2026.