Petrokimia Gresik Catat Value Creation Rp154 Miliar dari Inovasi Karyawan

gresik | 13 Juni 2026 18:42

Petrokimia Gresik Catat Value Creation Rp154 Miliar dari Inovasi Karyawan
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap sulfur impor masih sangat tinggi, terutama dari negara-negara di kawasan Teluk Persia.

GRESIK, BeritaGov.id – Budaya inovasi yang terus dikembangkan selama empat dekade menjadi salah satu pendorong utama kinerja bisnis PT Petrokimia Gresik. Melalui Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) 2026, perusahaan anggota Holding Pupuk Indonesia tersebut berhasil mencatat penciptaan nilai (value creation) sebesar Rp154 miliar, dengan manfaat finansial langsung (direct financial benefit) mencapai Rp68 miliar.

Tahun ini menjadi momentum istimewa karena KIPG memasuki usia ke-40 tahun. Selama perjalanan tersebut, berbagai inovasi yang lahir dari insan perusahaan telah berkontribusi pada peningkatan efisiensi, produktivitas, keandalan operasional, hingga penguatan peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan keberlangsungan KIPG selama empat dekade menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.

“Budaya inovasi di Petrokimia Gresik terus tumbuh dan berkembang secara positif. Besarnya keterlibatan karyawan dalam inovasi menjadi cerminan bahwa semangat untuk berpikir kreatif, melakukan perbaikan, dan berkontribusi telah menjadi bagian dari budaya kerja di Petrokimia Gresik,” ujar Daconi saat membuka KIPG 2026 di Gresik, Kamis (11/6/2026).

Partisipasi karyawan dalam inovasi juga terus meningkat. Jika pada 2024 tingkat keterlibatan karyawan mencapai 95 persen, angka tersebut naik menjadi 97 persen pada 2025 dan kembali meningkat menjadi 98 persen pada KIPG 2026.

Tidak hanya melibatkan karyawan operasional, inovasi juga diikuti oleh pejabat Band I dan Band II, menunjukkan dukungan kuat dari seluruh lapisan organisasi terhadap budaya perbaikan berkelanjutan.

Menurut Daconi, inovasi yang dihasilkan tidak hanya melahirkan gagasan baru, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan dan mendukung tugas strategis Petrokimia Gresik sebagai penyalur pupuk bersubsidi untuk mewujudkan target swasembada pangan nasional.

“Kontribusi ini membuktikan bahwa setiap gagasan dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak signifikan bagi kinerja dan daya saing perusahaan,” katanya.