Gresik Dorong Hilirisasi Peternakan, Kambing dan Domba Tak Lagi Sekadar Dijual Hidup

gresik | 23 Juni 2026 13:38

Washil menambahkan terdapat tiga fondasi penting yang harus diperkuat dalam pengembangan hilirisasi peternakan, yakni Rumah Potong Hewan (RPH), Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan Sertifikasi Halal.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi syarat penting untuk menjamin keamanan produk, meningkatkan kualitas, sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap hasil peternakan lokal.

“Dengan standar yang baik, produk peternakan kita tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar yang lebih besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, mengatakan kegiatan Gresik Krawu Enak merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Ia menyebut berbagai program penguatan sektor hulu selama ini telah dilakukan, mulai dari pembinaan pembibitan, peningkatan tata kelola pemeliharaan, hingga pengembangan manajemen pakan ternak.

“Pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya dari sisi produksi. Kita perlu mendorong peternak agar mampu mengolah hasil ternaknya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Eko berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus membuka wawasan para peternak untuk melakukan inovasi usaha.

“Harapannya peternak tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang menghasilkan produk unggulan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Founder Kandang Kali Farm Mohammad Syaiful Muluk, serta mendapat dukungan dari PT Aplus Pasific, PT Lembumas Inti Perkasa, dan PT Sonto Property. Acara juga diikuti para peternak serta pelaku usaha peternakan kambing dan domba dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik. (nov)