Pada pelaksanaan MPLS tahun ini, Sekolah Rakyat juga diperkuat melalui Program Taruna Bhakti yang melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol). Para taruna akan mendampingi siswa selama lima hari untuk membantu pembentukan karakter, menumbuhkan kemandirian, serta menjadi teladan bagi para peserta didik.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin. Program tersebut diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Sekolah Rakyat dimulai sejak 2025 dengan beroperasinya sekolah rintisan di 166 lokasi yang menampung sekitar 15.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kini anak-anak yang dahulu kehilangan harapan memiliki kesempatan meraih impian dan cita-citanya melalui Sekolah Rakyat,” katanya.