Dalam kirab tersebut, masing-masing RW turut berpartisipasi dengan membuat tumpeng. Bentuk dan ukurannya beragam, mulai dari tumpeng berukuran kecil hingga tumpeng berukuran raksasa.
Menurut Miftach, Rebo Wekasan tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya pelaku UMKM lokal yang berjualan di sepanjang Jalan KH Syafi’i.
“Kami berharap melalui kegiatan Rebo Wekasan ini ada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Alhamdulillah, UMKM lokal semakin banyak yang menyewa stand. Jadi yang berjualan sudah banyak dari masyarakat lokal. Untuk dari luar juga kami menyediakan sekitar 500 stand,” jelasnya.
Selain kirab tumpeng, masyarakat Desa Suci juga memberikan penghargaan kepada Kepala Desa Suci sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya selama memimpin desa.