Suku Bawean Catat Sejarah Baru di Gedung Negara Grahadi

gresik | 17 Agustus 2026 18:33

 

Menurut Sulaiman, kehadiran Suku Bawean dalam upacara kenegaraan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Momentum itu dinilai dapat menjadi awal untuk memperkuat perhatian terhadap hak dan keberadaan masyarakat Bawean.

 

Ia berharap masyarakat Bawean tidak hanya mendapat perhatian ketika momentum politik berlangsung. Menurutnya, masyarakat Bawean selama ini dikenal mandiri dan turut berkontribusi dalam pembangunan.

 

“Masyarakat Bawean sejak dulu tidak banyak menuntut pada negara, masyarakatnya berdikari dan membangun lingkungan dengan keringat perjuangan,” tegasnya.

 

Sulaiman juga berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi titik balik bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam melihat Bawean secara lebih utuh.

 

Ia berharap pemerintah tidak hanya mengambil manfaat dari apa yang telah dibangun masyarakat Bawean, tetapi ikut berperan dalam menjaga dan merawat nilai budaya serta agama yang telah berkembang sejak lama.

 

“Semoga pemerintah tidak hanya memanen apa yang sudah ditanam masyarakat Bawean, tetapi ikut berperan, bertanggung jawab, memupuk, dan merawat nilai-nilai budaya serta nilai agama yang telah dirajut sejak lama,” katanya.