Menurutnya, sebagian besar tambahan anggaran akan digunakan untuk memperbaiki kondisi fisik sekolah dasar negeri yang mengalami kerusakan. Nilainya mencapai sekitar Rp14 miliar lebih.
Sementara itu, sekitar Rp4,3 miliar dialokasikan untuk pengadaan komputer yang akan digunakan sebagai penunjang pelaksanaan TKA bagi siswa jenjang SMP Negeri.
“Total penambahan anggaran mencapai Rp19 miliar. Itu terdiri dari sekitar Rp14 sekian miliar untuk revitalisasi sekolah yang rusak secara fisik di jenjang SD, kemudian sekitar Rp4,3 miliar untuk komputer dalam rangka mendukung TKA jenjang SMP,” jelasnya.
Penambahan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan fasilitas sekolah dan pemenuhan kebutuhan perangkat pembelajaran.
Revitalisasi sekolah dasar negeri diharapkan dapat memperbaiki kondisi ruang dan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan sekolah yang lebih aman dan layak.