Untuk memboyong kembali rekam jejak sejarah tersebut, Perpussip Gresik mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 juta pada tahun 2024 guna membeli koleksi dalam bentuk digital langsung dari Museum Leiden. Dokumen digital tersebut kemudian dicetak ulang agar dapat diakses masyarakat luas di perpustakaan daerah.
Di antara 11 manuskrip yang berhasil dialihmediakan terdapat Naskah Sindujoyo, Naskah Ambiya, hingga naskah khutbah Jumat di Masjid Sunan Giri.
Selain itu, dua literatur penting lainnya yang berhasil didapatkan secara daring adalah buku mengenai perkuburan di kawasan Tanah Gapuro serta Statistik van Java Residentie Gresik.