Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 443 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi dan Soroti Rendahnya Karbon Organik Tanah

gresik | 16 Oktober 2026 17:44

 

Di samping pemenuhan kuota pasokan, Petrokimia Gresik mengungkapkan temuan terkait kualitas lahan pertanian di Indonesia. Berdasarkan pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi yang dilakukan sejak 2016, sebanyak 91,9 persen sampel terindikasi memiliki kandungan karbon organik yang rendah.

 

Rendahnya karbon organik berdampak langsung pada penurunan kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah, yang dalam jangka panjang dapat merusak daya dukung lahan terhadap produktivitas tanaman.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Daconi menekankan pentingnya penerapan pola pemupukan berimbang yang menggabungkan pupuk organik dan anorganik secara proporsional.

 

"Pupuk yang tersedia harus dimanfaatkan secara tepat. Selain memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, kita juga perlu menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif. Penggunaan pupuk organik dan anorganik secara berimbang menjadi penting untuk keberlanjutan pertanian ke depan," jelasnya.