GRESIK, PustakaJC.co - Penyeberangan laut Bawean–Gresik ditutup sementara akibat cuaca buruk yang melanda perairan setempat. Dampaknya, ribuan pemudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 tertahan di Pulau Bawean dan belum bisa kembali ke Gresik.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Bawean diperkirakan mencapai hingga 2,5 meter pada Sabtu, (3/1/2026). Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi keselamatan pelayaran, khususnya kapal penumpang. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (4/1/2026).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bawean resmi menunda penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk seluruh kapal yang akan berangkat menuju Gresik. Penundaan itu tertuang dalam Pengumuman Nomor AL.820/1/02/UPP.Bwn/2026 tertanggal 2 Januari 2026.
Dalam pengumuman tersebut disebutkan, pelayaran baru akan dibuka kembali setelah BMKG menyatakan kondisi cuaca aman dengan tinggi gelombang tidak melebihi dua meter.