Menurutnya, jenis pelatihan yang memiliki tingkat serapan tenaga kerja tinggi akan terus dipertahankan setiap tahun. Hal itu dilakukan untuk memperluas peluang kerja bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja muda.
Hebi menambahkan, pelaksanaan pelatihan akan dilakukan secara terstruktur dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Metode pembelajaran juga tidak hanya berupa teori di dalam kelas, tetapi dilengkapi dengan praktik kerja serta fasilitas pendukung yang memadai.
Selain memperoleh materi dan praktik, peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP. Sertifikat tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing peserta di dunia kerja.
“Peserta juga akan mendapatkan on job training hingga kesempatan magang. Harapannya, setelah itu mereka bisa langsung terserap di dunia kerja,” jelasnya.