Selain itu, ia juga menyoroti fenomena rokok elektrik yang mulai disusupi narkoba dan berpotensi merusak generasi muda. Menurutnya, jika tidak ditangani serius, kondisi tersebut dapat berdampak pada masa depan anak-anak muda.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut baik dorongan sinergi tersebut. Ia menekankan bahwa pembangunan Kota Surabaya harus berbasis nilai keagamaan, khususnya Ahlusunnah Wal Jamaah, serta dilakukan secara kolaboratif.
Eri juga mencontohkan program pembinaan pemuda di tingkat RW dengan anggaran Rp5 juta per bulan yang diharapkan dapat didampingi oleh unsur NU maupun organisasi kepemudaan seperti Ansor.