Pemkot Surabaya Dukung SWF 2026 Masuk Kalender Event Tahunan

surabaya | 20 Juni 2026 20:31

Pemkot Surabaya Dukung SWF 2026 Masuk Kalender Event Tahunan
dok. suarapubliknews

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Surabaya Wedding Festival (SWF) 2026 yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI) bekerja sama dengan Dyandra Convention Center Surabaya (DCCS).

Pameran pernikahan yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 tersebut mengusung tema “A Curated Journey to Your Ever After” dan dirancang untuk membantu calon pengantin menemukan vendor serta layanan pernikahan terbaik melalui konsep yang lebih terarah, personal, dan inspiratif.

Mewakili Wali Kota Surabaya, Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, mengatakan bahwa industri pernikahan memiliki dampak ekonomi yang besar karena melibatkan banyak pelaku usaha dan tenaga kerja.

“Industri pernikahan ini bukan sekadar tentang merayakan kebahagiaan, tetapi yang terpenting adalah menggerakkan ekonomi. Ada ratusan bahkan ribuan pekerja yang bergerak dan menggantungkan hidupnya dari satu event penyelenggaraan pernikahan,” ujarnya saat membuka acara di DCCS.

Melihat potensi tersebut, Pemkot Surabaya berencana meningkatkan skala penyelenggaraan SWF pada tahun mendatang dan memasukkannya ke dalam agenda resmi tahunan Kota Surabaya yang terintegrasi dengan rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS).

“Nantinya jadwal pelaksanaan akan disesuaikan dengan tren industri. Pemkot Surabaya siap mendukung penuh dan memasukkan event ini menjadi agenda tahunan,” kata Anna.

Sementara itu, Ketua Umum ASPEDI, Sumitro, mengungkapkan bahwa industri pernikahan saat ini menghadapi tantangan berupa menurunnya angka pernikahan di masyarakat, meskipun jumlah vendor terus bertambah.

Menurutnya, penurunan angka pernikahan memberikan dampak langsung terhadap ekosistem industri yang selama ini menopang banyak pelaku usaha.

Melalui SWF 2026, ASPEDI berupaya menghadirkan vendor-vendor pilihan yang telah dikurasi agar pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan industri pernikahan.

Selain itu, ASPEDI juga mengajak masyarakat untuk tetap mempertahankan unsur budaya dan adat dalam prosesi pernikahan sebagai bagian dari upaya pelestarian tradisi lokal.

“Kami sangat mengharapkan masyarakat yang menikah tidak melupakan budaya. Kami ingin budaya lokal tetap selalu terpakai dan lestari di dalam setiap kegiatan pernikahan,” pungkas Sumitro. (nov)