Menurut Eri, anggaran tahun depan akan difokuskan pada sejumlah kebutuhan prioritas, terutama sektor infrastruktur. Tiga perhatian utama Pemkot Surabaya yakni perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), serta penanganan genangan.
Untuk persoalan genangan, Pemkot Surabaya mencatat masih terdapat ratusan titik yang membutuhkan penanganan. Dari sekitar 700 titik yang sebelumnya menjadi perhatian, jumlahnya kini disebut telah berkurang menjadi sekitar 400 titik.
Pada 2027, Pemkot Surabaya menargetkan intervensi terhadap sekitar 200 titik genangan. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, Jemursari, Medokan Semampir, serta Jalan Raya Tenggilis Mejoyo di sekitar SMA Negeri 14 Surabaya.
Eri menegaskan, anggaran lebih dari Rp1 triliun tersebut tidak berarti seluruh titik genangan dapat ditangani sekaligus. Pemkot akan menentukan lokasi yang paling membutuhkan intervensi agar hasil pembangunan dapat diukur.
“Insyaallah Rp1 triliun lebih. Jadi, ada titik-titiknya nanti kita sepakati. Tidak bisa menyentuh semuanya, maka kita pastikan genangan airnya itu di mana, titik yang berkurang mana saja,” kata Eri.