Rincian struktur fisik pengerjaan mencakup tiga komponen utama:
- Badan Jalan Baru: Memiliki lebar 10 meter untuk menambah kapasitas lalu lintas.
- Sistem Drainase: Pembangunan saluran air lebar 5,4 meter berkonstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).
- Trotoar Pedestrian: Jalur pejalan kaki selebar 3 meter di sisi selatan jalan.
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyampaikan bahwa pengerjaan fisik untuk tahun 2026 dipatok rampung separuh jalan terlebih dahulu.
"Target tahun 2026 ini kita selesaikan 950 meter," terangnya, Selasa, (8/9/2026).
Langkah penataan ini sengaja diambil untuk mengintegrasikan akses transportasi di wilayah Surabaya Barat, termasuk menyambungkannya dengan proyek Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB). Selain mengurai penumpukan kendaraan, jalur ini krusial untuk efisiensi distribusi logistik antarkota.
Mengingat proses konstruksi berpotensi memicu kemacetan lalu lintas, Pemkot mengimbau masyarakat dan pengguna jalan di sekitar Lidah Wetan dan Lidah Kulon untuk maklum serta berhati-hati saat melintas. (ivan)