JAKARTA, PustakaJC.co – Donat dan bomboloni kerap dianggap sebagai makanan yang sama karena memiliki rasa manis dan tekstur yang mirip. Namun, kedua kudapan ini memiliki sejumlah perbedaan, mulai dari asal-usul, bentuk, tekstur, hingga proses pembuatannya.
Bomboloni merupakan kudapan khas Italia yang awalnya hanya disajikan di wilayah Tuscany saat musim Karnaval. Seiring waktu, makanan ini semakin populer dan dikenal di berbagai daerah lainnya.
Sementara itu, donat dikenal berasal dari Amerika Utara dan diperkenalkan oleh para imigran Belanda. Ada pula sumber yang menyebut donat pertama kali populer di Belanda dalam bentuk bola-bola adonan yang digoreng hingga berwarna cokelat keemasan.
Perbedaan paling mencolok antara keduanya terlihat dari bentuknya. Donat umumnya berbentuk bulat dengan lubang di bagian tengah dan diberi berbagai topping di permukaannya, seperti gula halus, cokelat, keju, atau meses.
Sebaliknya, bomboloni berbentuk bulat utuh tanpa lubang. Isian atau filling dimasukkan ke dalam adonan setelah proses penggorengan, dengan pilihan rasa seperti cokelat, custard, fla, atau krim. Bagian luarnya biasanya dilapisi gula halus untuk menambah cita rasa manis.
Dari segi tekstur, bomboloni cenderung lebih padat dan mengenyangkan karena memiliki isian di dalamnya. Sementara donat umumnya lebih ringan dan bertekstur lebih kempes.