Mengapa Orang Indonesia Suka Makan Apa Pun Pakai Nasi? Ini Penjelasan Sosiologisnya

kuliner | 10 September 2026 19:49

Mengapa Orang Indonesia Suka Makan Apa Pun Pakai Nasi? Ini Penjelasan Sosiologisnya
Ilustrasi seporsi nasi yang disajikan di mangkok. (dok kumparan)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kebiasaan masyarakat Indonesia yang menganggap "belum makan jika belum makan nasi" bukan sekadar pola konsumsi biasa, melainkan hasil dari konstruksi sosial yang terbentuk dari sejarah panjang, politik pangan, dan norma budaya.

 

Hal tersebut diulas oleh mahasiswi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta, Hafsya Raimadhani Halim. Ia menyoroti fenomena unik masyarakat lokal yang kerap menyandingkan nasi dengan berbagai hidangan berkarbohidrat lain, seperti mie, martabak telur, dimsum, hingga pizza. Dilansjr dari kumparan.com, Kamis, (10/9/2026).

 

Jejak Sejarah dan Politik "Beras-Sentris"

 

Sejarawan Fadly Rahman mencatat bahwa budidaya padi di Indonesia telah berlangsung sejak era Jawa Kuno pada masa Kerajaan Hindu-Buddha, terpengaruh oleh interaksi dengan India dan Cina serta didukung iklim subtropis yang subur.

 

Namun, dominasi nasi semakin menguat akibat kebijakan politik pangan nasional. Program Swasembada Beras yang dijalankan pada era kepemimpinan Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Prabowo Subianto dinilai memperkokoh pola pikir "beras-sentris". Dampaknya, keanekaragaman pangan lokal seperti umbi-umbian terpinggirkan dan kerap dipandang inferior sebagai makanan masyarakat pedesaan.