Disusul sektor tas dan kulit (447 kasus), taksi dan rental mobil (364 kasus), serta penerbangan dan kereta (315 kasus). Hotel juga tak luput dari incaran dengan 224 kasus penipuan yang dilaporkan.
"Setelah dibayar, tur bisa saja tidak pernah terjadi, atau berbeda jauh dari yang dijanjikan," tulis laporan tersebut.
Jakarta Paling Rawan Penipuan Taksi
Dalam laporan yang memetakan penipuan berdasarkan kota, Jakarta mencatat angka mencolok. Sebanyak 66% kasus penipuan di ibu kota Indonesia berasal dari taksi dan rental mobil. Angka Jakarta ini tertinggi dibanding kota-kota besar lainnya seperti Delhi (0%) atau Hong Kong (2%).
Kota lain yang juga rawan penipuan, khususnya di sektor makanan, adalah New York (63% penipuan terjadi di restoran), serta Phuket dan London, yang sama-sama memiliki persentase tinggi pada kategori food services. Sementara itu, Hong Kong justru mencatat proporsi tinggi pada penipuan oleh agen tur (70%) dan hampir nihil pada sektor transportasi (2%).
Tak hanya saat liburan berlangsung, penipuan kini juga marak sejak tahap pemesanan. Laporan mencatat kenaikan 12% kasus penipuan saat booking, seperti penggunaan foto palsu, tautan konfirmasi berbahaya, dan penawaran harga "terlalu bagus untuk jadi kenyataan."
Mastercard menyarankan sejumlah langkah untuk menghindari penipuan, antara lain membuat dompet digital, membeli asuransi perjalanan, atau memesan perjalanan menggunakan kartu kredit dengan perlindungan penipuan, hingga hindari promo atau harga terlalu murah tanpa ulasan terpercaya. (int)