Dinkes Jatim melakukan pemantauan ketat melalui puskesmas, termasuk terhadap kontak erat pasien. Dari seluruh kasus tersebut, kondisi pasien kini membaik dan dinyatakan sembuh, meski sebelumnya ada yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
“Satu pasien sempat dirawat di RSUD dr. Saiful Anwar Malang pada September 2025 dan saat ini sudah sembuh,” jelasnya.
Erwin menjelaskan, gejala Superflu mirip influenza pada umumnya, seperti demam di atas 38 derajat Celsius, batuk, dan pilek. Penanganan dilakukan dengan istirahat cukup dan pemenuhan gizi, sementara biaya pengobatan ditanggung pemerintah melalui skema BPJS Kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Jatim memperkuat surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARI), serta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BBLKM Surabaya. Skrining juga dilakukan terhadap warga yang datang dari luar daerah maupun luar negeri.