JAKARTA. PustakaJC.co – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat masih ditutupnya Selat Hormuz. Mata uang Garuda tercatat turun 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.920 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.898 per dolar AS.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen pasar yang cenderung “risk off”. Kondisi ini dipicu lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.
“Investor masih berhati-hati memantau perkembangan karena harga minyak tetap tinggi dan Selat Hormuz belum dibuka,” ujarnya. Demikian dikutip dari jatim.antaranews.com, rabu, (25/3/2026).