Melalui unggahannya di media sosial Truth Social, Trump secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Ia bahkan meminta negara-negara sekutu untuk tidak lagi bergantung pada Amerika Serikat dalam menghadapi krisis energi global.
Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi, terutama karena disampaikan di tengah meningkatnya tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel dalam konflik melawan Iran. Meski demikian, Trump tetap mengklaim bahwa kekuatan Iran telah melemah secara signifikan.
Di sisi lain, dampak konflik mulai terasa pada sektor energi. Harga bahan bakar di Amerika Serikat mengalami lonjakan signifikan. Data dari AAA menunjukkan bahwa harga rata-rata bensin nasional telah menembus USD 4,02 per galon, meningkat lebih dari USD 1 sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.