“Hampir separuh siswa, sekitar 48,5 persen, jarang atau tidak pernah sarapan. Namun 85,8 persen siswa selalu menghabiskan makanan MBG,” ujarnya.
Penelitian dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) juga menunjukkan dukungan kuat dari masyarakat terhadap program ini. Sebanyak 81 persen orang tua dari keluarga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG.
“Dukungan ini bukan hanya soal penghematan, tetapi juga rasa aman karena anak mendapat makanan bergizi di sekolah,” kata peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi.