Ia mencontohkan program “Ludruk Merdeka” yang digelar dengan konsep pertunjukan keliling di sejumlah kampung sebagai bentuk konkret dukungan pemerintah dalam mengenalkan ludruk ke masyarakat luas.
Selain itu, Robert juga menilai akses terhadap fasilitas kesenian di Surabaya tergolong mudah, selama pelaku seni memahami prosedur yang berlaku. Fasilitas seperti Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan Balai Pemuda dinilai cukup mendukung aktivitas latihan maupun pertunjukan.
Menurutnya, perubahan Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan merupakan langkah positif karena cakupannya lebih luas. Ia berharap lembaga baru tersebut nantinya dapat lebih dekat dengan komunitas seni tradisi.
“Kelompok ludruk di Surabaya terus bertambah setiap tahun. Harapannya, perhatian terhadap seni tradisi bisa semakin intens,” ujarnya.