Dinas Kesehatan di berbagai daerah, termasuk Surabaya, menegaskan bahwa langkah utama saat ini adalah deteksi dini dan edukasi masyarakat, bukan kepanikan massal. Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah pencegahan melalui skrining kesehatan dan pengawasan penyakit menular di titik transportasi publik.
Kekhawatiran global sempat meningkat setelah muncul kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan adanya kasus virus Andes yang menyebabkan gejala berat hingga kematian. Namun, WHO menegaskan penularan antarmanusia tetap sangat rendah dan tidak menyerupai pandemi COVID-19.
Para epidemiolog menilai ancaman hantavirus tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas tata kelola lingkungan perkotaan. Urbanisasi cepat tanpa pengelolaan sanitasi yang baik dinilai membuka ruang lebih besar bagi penyakit zoonotik berkembang.
Pakar kesehatan juga menekankan pentingnya pendekatan One Health, yakni keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga ekspansi wilayah kota dinilai ikut memengaruhi munculnya penyakit baru.